Performansi Jaringan
 Komputer

        Teknologi Internet telah menjadi worldwide commercial data network dan menjadi dasar untuk electronic commerce serta dapat memanage public data service termasuk intranet. Untuk menjaga agar kompetitif, network operator dan internet service provider harus dapat memecahkan dua masalah utama yaitu menambah backbone traffic demmand yang kontinu dan menyediakan kualitas layanan atau Quality of Service yang bagus untuk trafik jaringan. Suatu jaringan dapat dikatakan trafiknya padat atau tinggi, apabila banyak host yang melakukan koneksi ke server didalam jaringan tersebut, Sehingga lalulintas paket data yang padat dalam jaringan. Kinerja jaringan komputer dapat bervariasi akibat beberapa masalah, seperti halnya masalah bandwidth, latency dan jitter, yang dapat membuat efek yang cukup besar bagi banyak aplikasi dalam suatu jaringan.

QoS (Quality of Service)
          
Ketika kita pertama kali mendengar kata QoS atau Quality of Service kita pasti mengartikannya sebagai kualitas dari suatu pelayanan. Dari segi networking, QoS mengacu kepada kemampuan memberikan pelayanan berbeda kepada lalulintas jaringan dengan kelas-kelas yang berbeda atau QoS adalah kemampuan dalam menjamin pengiriman arus data penting atau dengan kata lain kumpulan dari berbagai kriteria performansi. Quality of Service (QoS) atau Kualitas layanan adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menentukan kemampuan sebuah jaringan seperti; aplikasi jaringan, host atau router dengan tujuan memberikan network service yang lebih baik dan terencana sehingga dapat memenuhi kebutuhan suatu layanan.
Quality of Service (QoS) merupakan sebuah arsitektur end-to-end dan bukan merupakan sebuah fitur yang dimiliki oleh jaringan. QoS suatu jaringan merujuk pada tingkat kecepatan dan kehandalan penyampaian berbagai jenis data di dalam suatu komunikasi.

Melalui QoS seorang network administrator dapat memberikan prioritas trafik tertentu. QoS menawarkan kemampuan untuk mendefinisikan atribut-atribut layanan yang disediakan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Tujuan QoS menyediakan kualitas layanan yang berbeda-beda berdasarkan kebutuhan layanan di dalam jaringan.

Berikut definisi dan pengertian QoS dari beberapa sumber buku:

  • Menurut Gunawan (2008), Quality of Service (QoS) adalah kemampuan suatu elemen jaringan, seperti aplikasi jaringan, host, atau router untuk memiliki tingkatan jaminan bahwa elemen jaringan tersebut dapat memenuhi kebutuhan suatu layanan. 
  • Menurut Kamarulloh (2009), Quality of Service (QoS) adalah kemampuan memberikan pelayanan berbeda kepada lalu lintas jaringan dengan kelas-kelas yang berbeda, dengan tujuan memberikan network service yang lebih baik dan terencana dengan dedicated bandwidth, jitter dan latency yang terkontrol dan meningkatkan loss karakteristik. 
  • Menurut Ningsih dkk (2004), Quality of Service (QoS) adalah kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik lagi bagi layanan trafik yang melewatinya. QoS digunakan untuk mengukur tingkat kualitas koneksi jaringan TCP/IP internet atau intranet. 
  • Menurut Wulandari (2016), Quality of Service (QoS) merupakan metode pengukuran tentang seberapa baik jaringan dan merupakan suatu usaha untuk mendefinisikan karakteristik dan sifat dari satu servis. QoS digunakan untuk mengukur sekumpulan atribut kinerja yang telah dispesifikasikan dan diasosiasikan dengan suatu servis.

Jenis Layanan QoS

Ada tiga model layanan Quality of Service (QoS) yaitu sebagai berikut :

1. Best Effort Service


Best-effort service adalah model layanan di mana aplikasi mengirim data kapan pun dibutuhkan dalam jumlah berapa pun tanpa terlebih dahulu meminta otorisasi atau memberi tahu jaringan. Untuk layanan upaya terbaik, jaringan mengirim data tanpa jaminan keandalan atau kecepatan aktual bila memungkinkan.

2. Integrated Service

Integrated service adalah layanan berbagai model yang dapat memenuhi persyaratan QoS yang berbeda. Dalam model ini, aplikasi memerlukan jenis layanan tertentu dari jaringan sebelum mengirim data. Aplikasi menginformasikan jaringan tentang profil lalu lintas dan membutuhkan jenis layanan tertentu, yang mungkin termasuk permintaan bandwidth dan penundaan. Aplikasi ini harus mengirim data hanya setelah menerima konfirmasi dari jaringan.

3. Differentiated Service

Differentiated service adalah layanan dari banyak model yang dapat memenuhi persyaratan QoS yang berbeda. Tidak seperti model layanan bawaan, aplikasi yang menggunakan layanan berbeda tidak secara eksplisit melaporkan router sebelum mengirim data.

Parameter QoS

Ada beberapa parameter Quality of Service (QoS), yaitu sebagai berikut :

1. Bandwidth

Bandwidth adalah lebar rentang frekuensi yang digunakan oleh sinyal dalam media transmisi. Bandwidth sering digunakan sebagai sinonim untuk laju data (kecepatan transmisi), yaitu jumlah data yang dapat diangkut dari satu titik ke titik lain dalam jumlah waktu tertentu (biasanya dalam detik).

2. Throughput

Kecepatan aktual adalah kapasitas aktual jaringan untuk transmisi data. Biasanya kecepatan aktual selalu tergantung pada bandwidth dalam kondisi nyata. Bandwidth lebih kencang saat throughput dinamis, tergantung pada apa yang terjadi lalu lintas.
Throughput adalah kemampuan sebenarnya suatu jaringan dalam melakukan pengiriman data. Biasanya throughput selalu dikaitkan dengan bandwidth dalam kondisi yang sebenarnya. Bandwidth lebih bersifat fix sementara throughput sifatnya adalah dinamis tergantung trafik yang sedang terjadi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi bandwidth dan throughput yaitu antara lain piranti jaringan, tipe data yang ditransfer, banyaknya pengguna jaringan, topologi jaringan, spesifikasi computer client/user, spesifikasi server komputer, induksi listrik, cuaca dan lain sebagainya.
Throughput adalah kecepatan (rate) transfer data efektif yang diukur dalam bps. Throughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses yang diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut. Throughput dirumuskan sebagai berikut :

Adapun standar Throughput menurut TIPHON adalah sebagai berikut :

3. Jitter

Jitter adalah perubahan dalam latensi penundaan paket atau perubahan waktu kedatangan. Jitter juga didefinisikan sebagai gangguan komunikasi digital atau analog yang disebabkan oleh perubahan sinyal karena referensi posisi waktu. Kehadiran jitter ini dapat menyebabkan hilangnya data, terutama dalam transmisi data berkecepatan tinggi. Banyak hal yang dapat menyebabkan jitter, termasuk:
1.    Panjang antrian dalam waktu pemrosesan data.
2.    Peningkatan lalu lintas yang tiba-tiba mengarah ke kehilangan dan antrean bandwidth.
3.    Kecepatan paket yang diterima dan dikirim oleh setiap node juga dapat menyebabkan jitter.
Jitter merupakan parameter yang mewakili QoS audio, atau ukuran variasi penundaan paket berturut-turut pada suatu arus lalu lintas. Dengan mengetahui berapa banyak jitter yang dihasilkan dalam proses akses internet, maka akan diketahui kualitas dari suatu device yang digunakan menghitung rata-rata nilai jitter yang dihasilkan. Adapun standar jitter menurut TIPHON adalah sebagai berikut :


4. Packet Loss

Packet Loss adalah parameter yang menggambarkan kondisi yang menunjukkan jumlah total paket yang hilang. Kehilangan paket ini dapat terjadi karena tabrakan jaringan dan kemacetan. Hilangnya paket adalah kesalahan saat mentransfer paket data untuk mencapai tujuan, yang disebabkan oleh beberapa kemungkinan:
1.    Kemacetan lalu lintas di jaringan.
2.    Kemacetan dalam jaringan.
3.    Kesalahan yang terjadi pada disk fisik.
4.    Kesalahan yang terjadi di sisi penerima dapat disebabkan, antara lain, oleh luapan yang terjadi di buffer.
Packet loss dapat terjadi karena kesalahan yang diperkenalkan oleh medium transmisi fisik. Hal hal yang mempengaruhi terjadinya packet loss juga bisa karena kondisi geografis seperti kabut, hujan, gangguan radio frequensi, sel handoff selama roaming, dan interferensi seperti pohon-pohon, bangunan, dan pegunungan.
Packet Loss dihitung berdasarkan persentase paket yang berhasil dikirim, dirumuskan sebagai berikut :
Adapun standar packet loss menurut TIPHON adalah sebagai berikut :

5. Latency

Latency adalah total waktu tunda paket yang disebabkan oleh proses transfer dari satu titik ke titik lain menuju tujuannya. Keterlambatan dalam jaringan adalah keterlambatan pemrosesan, keterlambatan pengemasan, keterlambatan serialisasi, keterlambatan buffer jitter, dan keterlambatan jaringan. Delay di dalam jaringan terdiri dari delay processing, delay packetization, delay serialization, delay jitter buffer dan delay network. 
Adapun standar latency menurut TIPHON adalah sebagai berikut :
6. MOS ( Mean Opinion Score )
MOS ( Mean Opinion Score )merupakan opini pendengar di sisi penerima. Nilai yang diberikan mulai dari 1 sampai 5. Nilai MOS dihasilkan dengan cara merata-ratakan hasil penilaian sejumlah pendengar terhadap audio yang dihasilkan oleh teknik voice coding.
Setiap pendengar diminta untuk menilai kualitas suara menggunakan skema rating sebagai berikut :
1 = bad (Very annoying), 2 = Poor (Annoying), 3 = Fair (Slightly annoying), 4 = Good (Perceptible but not annoying), 5 = Exellent (Imperceptible).

7.  Echo Cancelation
Kualitas layanan voice over packet terutama disebabkan oleh echo, hal ini karena delay yang terjadi pada jaringan paket Untuk menjaga kualitas maka perangkat harus menggunakan teknik echo cancelation. Persyaratan performansi yang diperlukan untuk echo canceller harus mengacu standar internasional ITU G.165 atau G.168.

Jenis-jenis QoS

Ada tiga jenis Quality of Service (QoS), yaitu sebagai berikut :

1. Intrinsic QoS

Intrinsic QoS adalah kualitas layanan jaringan yang diperoleh melalui:
1. Desain teknis jaringan, yang menentukan karakteristik koneksi melalui jaringan.
2. Kondisi akses jaringan, terminasi, dan koneksi antar sakelar yang menentukan jaringan sudah cukup untuk menangani semua permintaan pengguna.
Dengan kata lain, QoS intrinsik dapat dijelaskan dengan parameter kinerja jaringan seperti latensi, throughput, dan lainnya.

2. Perceived QoS

Perceived QoS adalah kualitas layanan jaringan yang diukur ketika layanan digunakan. QoS yang dirasakan sangat tergantung pada kualitas QoS intrinsik dan pengalaman pengguna layanan serupa. Namun, QoS yang dirasakan ini diukur oleh peringkat rata-rata opsi pengguna.

3. Assessed QoS

Assessed QoS merujuk kepada seberapa besar keinginan pengguna untuk terus menggunakan layanan tertentu. Hal ini memengaruhi keinginan pengguna untuk membayar layanan yang mereka gunakan. QoS tertimbang sangat tergantung pada QoS yang dirasakan masing-masing pengguna.

QoS pada Jaringan Internet

       QoS adalah singkatan dari Quality of Service yang bisa diterjemahkan secara bebas sebagai bentuk jaminan kualitas untuk suatu layanan. Istilah ini terkenal di bidang jaringan, karena istilah ini banyak digunakan di sana.

Dari sudut pandang pengguna, perlu untuk mengukur kualitas yang sebenarnya dialami oleh pengguna, yang disebut “kualitas pengalaman” berdasarkan persepsi dan kepuasan pengguna. Oleh karena itu, QoS harus memantau kepuasan pelanggan. Ini jelas subyektif dan tergantung pada sejumlah faktor untuk pengguna akhir.
Qos bertujuan untuk menyediakan layanan berkualitas berbeda untuk berbagai kebutuhan layanan di jaringan IP Sebagai contoh untuk menyediakan bandwidth tertentu, mengurangi packet loss, mengurangi waktu tunda, dan menunda waktu perubahan dalam proses transmisi.
Penyebab QoS Yang Buruk
         ·      Redaman
Yaitu jatuhnya kuat sinyal karena pertambahan jarak pada media transmisi. Setiap media transmisi memiliki redaman yang berbeda-beda, tergantung dari bahan yang digunakan. Untuk mengatasi hal ini, perlu digunakan repeater sebagai penguat sinyal. Pada daerah frekuensi tinggi biasanya mengalami redaman lebih tinggi dibandingkan pada daerah frekuensi rendah.
        ·      Distorsi
Yaitu fenomena yang disebabkan bervariasinya kecepatan propagasi karena perbedaan bandwidth.  Untuk itu, dalam komunikasi dibutuhkan bandwidth transmisi yang memadai dalam mengakomodasi adanya spektrum sinyal. Dianjurkan digunakan pemakaian bandwidth yang seragam, sehingga distorsi dapat dikurangi.
        ·      Noise
Noise ini sangat berbahaya, karena jika terlalu besar akan dapat mengubah data asli yang dikirimkan.
        ·      Crosstalk
Gandengan yang tidak diinginkan antar lintasan sinyal → media metal (twisted pair & koaksial) Penyebab: Gandengan elektris, Pengendalian respon frekuensi yang buruk  Contoh : ketika bertelepon, kita mendengarkan percakapan lain.
        ·      Echo
Terjadi ketika sinyal yang dikirim oleh transmitter kembali (feedback) kepadanya.

Manfaat QoS

Quality of Service (QoS) memiliki beberapa manfaat, yaitu :
1.    Memberikan prioritas pada aplikasi kritis di jaringan.
2.    Maksimalkan penggunaan investasi jaringan yang ada.
3.    Meningkatkan kinerja untuk aplikasi yang sensitif terhadap penundaan seperti suara dan video.
4.    Merespon perubahan arus lalu lintas di jaringan.

           Berikut ini adalah sepuluh tool yang sering digunakan oleh adminstrator jaringan komputer perusahaan untuk melakukan network monitoring :

1.   Ganglia

Ini merupakan tool monitoring untuk menampilkan sistem secara keseluruhan dari sebuah mesin. kelebihan dari sistem ini adalah mampu melakukan monitoring server cluster dengan kebutuhan monitoring dan network management. kelebihan utama sistem ini adalah menyediakan analisis bagaimana sistem mesin/komputer dapat bekerjasama-sama.

2.   Webmetrics Global Watch

Kelebihan utama tool ini yaitu dapat melakukan diagnosis downtime, error serta memiliki banyak fitur lain. Tool ini juga menyediakan laporan yang lengkap untuk melihat performa jaringan, serta melakukan validasi dan analisis dari PC system yang tersambung ke jaringan.

3.   Jacarta

Tool ini merupakan network management untuk sejumlah PC system user. Tool ini dapat menganalisis temperature dengan baik, humidity, water/moisture level dan sejumlah fitur-fitur lain tentang informasi dari sistem PC. Tool ini juga dapat menganalisis kerentanan (vulnerability) dari sistem PC secara akurat.

4.   Dot com monitor

Tool ini menyediakan monitoring yang penting dan detail untuk sistem komputer terutama uptime pada server dab performance metric. Tool ini juga menyediakan overview secara ringkas untuk pembuatan analisis laporan, notifikasi dan eskalasi, stress test, melakukan generate analisis error, dan memberi notifikasi ke para engineer.

5.   Zenoss

Tool ini bisa dipakai untuk melakukan monitoring commercial server. Tool ini cukup baik dan lengkap untuk sejumlah fitur laporan analytics. Aplikasi dikembangkan dengan coding Phyton. Tool ini cukup sederhana dan mudah digunakan dalam interfacing. selain itu, tool ini mampu memberikan kontrol dan analisis yang tepat dari infrastruktur TI yang sedang dipantau.

6.   Applications Manager

Tool ini menyediakan berbagai macam utilitas untuk server maintenance dan management yang akan digunakan. Tool ini memiliki fitur untu menampilkan server load, utilitas memori, penggunkaan disk dan layanan yang serupa dalam manajemen infrastruktur TI. Tool ini sangat penting bagi administrator untuk menyelesaikan dan membersihkan bottleneck jaringan komputer.

7.   PRTG

Tool ini secara esensial dipakai untuk melakukan network monitoring dan analisis untuk memonitor network bandwidth, pemakaian, dan ketersediaan jaringan termasuk pengukuran aspek-aspek yang terlibat. Versi gratis tool ini hanya dapat digunakan oleh sepuluh sensor monitoring jaringan. Sementara versi berbayarnya menyediakan dukungan pengawasan terhadap jumlah sensor monitoring yang lebih besar.

8.   Cacti

Tool ini digunakan untuk network management dan error problem engan memanfaatkan olusi berbasis network graphic untuk berbagai permasalahan yang sering (frequented) muncul di sistem.

9.   Zabbix

Tool ini merupakan software berbasis open source untuk melakukan analisis network dan manajemen jaringan. Tool ini hanya untuk memonitor data. Disamping itu, software ini menggabungkan berbagai macam fitur untuk agent-less monitoring, data collection dan mapping berbasis grafik untuk mengatasi problem-problem TI.

10.   Nagios

Tool ini merupakan network tool untuk memantau (monitoring) server dan infrastruktur TI. Nagios merupakan tool yang cukup populer untuk monitoring dan sangat terkenal di internet. kelebihan Nagios ada pada formasi budget dan costing, mengurangi error, dan meneyelesaikan berbagai masalah dalam jaringan komputer.
Kesimpulan
Tujuan dari QoS adalah memberikan network service yang lebih baik dan terencana dengan dedicated bandwidth, jitter dan latency yang terkontrol dan meningkatkan loss karakteristik. Atau QoS adalah kemampuan dalam menjamin pengiriman arus data penting atau dengan kata lain kumpulan dari berbagai kriteria performansi.
.
.
.
.
.
Referensi :



file:///C:/Users/LENOVO/Downloads/Dokumen%20Tata/PDF/Bahan%20Ajar_Pengantar%20Jarkom.pdf

Komentar

Postingan populer dari blog ini

JASA DESAIN GRAFIS

DESAIN GRAFIS PERCETAKAN